Mawar kuning dudu kembangku, kapan wae meruhi kembang mawar kuning tansah ngelingake aku marang esemmu, marang soroting netramu sing kebak angen angen, pranyata tekan saiki aku isih nuduhake menawa pengarepku ngenteni awakmu, muktine awakmu dadi gembiraning atiku, sanadyan kuwi dadi tangis ono ing atiku saklawase,sanadyan kabeh mau tangeh lamun bisa kasembadan urip bebarengan karo awakmu.Tak eling eling surasamu sing pahit saksuwening uripku: Mawar Kuning Dudu Kembangku
Kamis, 09 Juni 2011
Masjid Al-jihad, Nyutran Yogyakarta, Ramadhan 1982
Dulu pernah kuingat apa yang pernah Mas minta, hidup sederhana, penuh cinta, cinta adalah ibadah yang terindah, tapi mas! itu dulu. Kini kemana lagi akan kudengar nasihatmu, kemana lagi akan kucari keindahan, semua sudah berlalu, kuhanya mampu mengharapkan dirimu dalam mimpi, meski kutahu , seperti kata katamu, harapan selalu ada, bila kita selalu mengharapkan kebaikan.Kalau diijinkan untuk mengenangmu maka akan kukenang saat saat bintang gemintang memandang kita pulang dari i,tikaf, berdua ditengah puasa sungguh sebuah kesucian dilahirkan dari kesucian, cinta kita tak pernah bernoda, kapankah saat itu terulang lagi.
Rabu, 18 Mei 2011
Lelah, sekian lama dalam kesendirian 2010
Lalu kemanakah langkah ini mesti kubawa ? dunia makin sempit, tak lagi kumampu sembunyikan wajahmu, saat aku kembali melewati lorong lorong itu, kuakui semua kata-katamu benar dunia bukan tujuan, terutama saat kita menuju senja, mas! tidak adakah kesempatan ketika bayangan kita tiba tiba muncul dan itu menimbulkan luka abadi, sementara dendammu masih membakar , membuat hidupku makin lelah !!!
Senin, 09 Mei 2011
Mawarkuningku, bali neng Nyutran
Tansah kuatir ngelingake dalan dalan ning Nyutran, ra tau kelalen awit soko akehing kedaden, ngrantes lan marakke sedihing ati, 2011 wis tak niatake nglalekakke nanging dalanku tansah bali nang Nyutran, bali marang kesusahan lawas. Nyutran rek V, saking seko ngenteni awakmu.
Sabtu, 13 November 2010
Sanden, Kenangan 2006
Menorehkan sebuah kalimat indah adalah saat mengenang semua yang pernah kita alami, menuliskan sebuah puisi bersama bayanganmu seakan akan sebuah ombak pantai Patihan yang bergulung gulung menyapu pantai , setiap saat pagi dan petang tak pernah berhenti , seperti saat kita berdua , dipantaimu
Sendiri, 2005, Sanden Yogyakarta
Tak pernah kuberharap dalam kesendirian, namun tragedi kebersamaan palsu yang menghancurkan semua harapanku untuk berbahagia bersamamu,semua ini kuterima dengan rela hati
Antara Palbang Sanden Bantul - Jokteng Wetan 1982
Mimpi itu begitu indah, saat kita terbangun, dunia kita ternyata bukan mimpi, setidaknya aku mempunyai satu kenangan , sebuah keindahan, saat sejenak bersamamu
Lewati Bintaran menuju Semaki, Taman siswa Yogyakarta
Betapa harummu masih kukenang sampai saat ini, kelembutanmu, seakan aku tak kuasa menghindar dari pesonamu, cemerlang penuh cahaya hidup, selalu begitu saat bersamamu
Langganan:
Postingan (Atom)


