Mawar kuning dudu kembangku, kapan wae meruhi kembang mawar kuning tansah ngelingake aku marang esemmu, marang soroting netramu sing kebak angen angen, pranyata tekan saiki aku isih nuduhake menawa pengarepku ngenteni awakmu, muktine awakmu dadi gembiraning atiku, sanadyan kuwi dadi tangis ono ing atiku saklawase,sanadyan kabeh mau tangeh lamun bisa kasembadan urip bebarengan karo awakmu.Tak eling eling surasamu sing pahit saksuwening uripku: Mawar Kuning Dudu Kembangku
Tampilkan postingan dengan label Bantul. Yogyakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bantul. Yogyakarta. Tampilkan semua postingan
Jumat, 12 November 2010
Selasa, 09 November 2010
Seperti inilah,diriku apa adanya, Madukismo 1983
Sebuah bait puisi yang lahir di Kaliurang
Mengapa kita tak mampu mencegah perpisahan kita, padahal begitu banyak harapan yang sama, seperti bayang bayang yang selalu menyertai kehidupan.
Mengapa kita tak mampu mencegah perpisahan kita, padahal begitu banyak harapan yang sama, seperti bayang bayang yang selalu menyertai kehidupan.
Antara gereja Baptis dan Mesjid AlJihad Taman Sisiwa Yogyakarta
Kepedihan diantara masjid Al-Jihad dan gerja babtis, Jalan Tamansiswa adalah jalan terpilu yang pernah kulalui, seperti sembilu, lidahku selalu kelu, menapaki jejaj jejak penuh kepedihan dan kasih tak sampai, penuh pengorbanan, harga diri dan perendahan, namun semua yang kulalui itu kusyukuri sebagai rahmat yang luar biasa.
Peringatan 17 Agustus Nyutran 1983
17 Agustus 1981, masih kudengar gitarmu mendendangkan : Sambutlah tanganku ini, belailah dengan mesra, kasihku hanya untukmu, sampai akhir nanti, kau selalu dihatiku, bersemi didalam kalbu,.........
Kamis, 04 November 2010
Kuning warna bungaku, Sepanjang Jalan Raya Bantul 1987
Sesedih apakah diriku, disaat berpisah denganmu, kata kata diam membisu, hanya mengajak pergi kedalam perjalanan tak bertepi, aku tak tahu lagi, apakah aku harus bahagia ataukah harus terluka
Langganan:
Postingan (Atom)





